Skip to main content

Posts

Hijau Biru BUMIKU, Merah Putih INDONESIAKU

Hijau Biru BUMIKU , Merah Putih INDONESIAKU Bumi dan Indonesia. Adalah 2 tempat yang tidak bisa bahkan tidak akan pernah untuk kuhiraukan, 2 tempat konkrit yang aku lihat dan aku rasakan saat pertama kali diriku ini lahir ke dunia sampai sekarang disaat diriku menuju kedewasaan. 2 tempat yang Tuhan ciptakan dan Dia berikan untuk semua umat manusia yang menyisiri kehidupannya dibawah kibaran merah putih dan berdiri diantara kilau biru laut serta lembut hijau daratan. 2 tempat yang nantinya akan mengantarku menuju alam keabadian. Bila kita dapat bertanya pada pekerja pemberani penembus langit angkasa yaitu para astronot yang pernah bahkan masih sering mengarungi angkasa tentang sesuatu apa yang paling indah yang mereka lihat saat disana, salah satu tempat yang mereka jawab pasti Bumi. Salah satu planet dari 8 gugusan planet dalam tata surya. Terlihat disana lukisan abstrak antara 2 warna paling dominan, yaitu warna hijau dan biru. Dengan garis dari setiap sisi yang terbentu...

Curhat : Science students who tried to seriously learn about Science

            IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) ato bahasa universalnya SCIENCE adalah pembelajaran baik akademis maupun non akademis yang berbasis pada Ilmu Alam. Itulah artinya menurut persepsiku. Sedari SD aku sudah mengenal pelajaran tersebut, namun dulu pelajaran IPA pada saat itu hanya menjurus pada Biologi, entah bagaimana aku sangat menyukai pelajaran itu. Menginjak bangku SMP aku berjumpa dengan pelajaran Fisika yang memang salah satu bagian pelajaran dari IPA, namun aku tidak begitu tertarik dengan pelajaran tersebut. Kadang setiap kali ada tes semester ato tengah semester aku selalu belajar keras untuk pelajaran Fisika, tapi yaa ujung-ujungnya aku mengandalkan ilmu kira-kira ( feeling ). Kadang aku bertanya pada diriku sendiri “Kenapa ya aku gak bisa kaya kakak yang jago banget Fisika” maklum lah kakakku ahli banget tuh kalo soal menyoal Fisika, maka dari itu kadang aku merasa iri. Tapi ya...

Cerpen : Serpihan Hati

            Torehan kuas terakhir telah selesai, cincin berbentuk bunga mawar berwarna merah magenta lembut telah tergambar di jari telunjuk yang lentik. Senyum kebanggaanpun terpancar jelas di wajah Tomi. Dan selendang berwarna merah muda yang bersih dan lembut pun diletakkan diatas kanvas mentupi seperempat bagian kanvas yang sudah diisi dengan lukisan seorang wanita yang cantik, berambut pirang panjang, bermata coklat dengan bentuk sipit, berbibir merah jambu yang amat lentik dengan cincin berbentuk bunga mawar yang tersemat di jari telunjuk pada tangan kanannya. Sebagai tanda bahwa lukisan tersebut telah selesai dibuat. ***             Berdiri Tomi menghadap ke tembok yang penuh dengan lukisan dan foto-foto seorang wanita, wanita yang amat dia cintai, Clara namanya. Setelah sekian lama memandangi setiap lukisan dan foto tersebut di...

Cerpen : MATEMATIKA ?? Aaarrrgghhh !!!

MATEMATIKA ?? Aaarrrgghhh !!! “Mami udah berapa kali bilang sama kamu. Belajar !, Belajar !, Belajar !. apalagi kalo ulangan, kamu harus lebih giat lagi”. Inilah kata-kata pertama yang Mami ucapkan sesaat setelah aku masuk ke dalam mobil. Dan aku langsung meyakini bahwa ini adalah sebuah prolog untuk sebuah cerita yang panjang dan berakhir dengan ‘sad ending’ . “Ulangan matematika dapet 5, kamu gak bosen apa tiap kali ulangan matematika dapet ‘doremi’ ?” lagi belum sempat aku menjawab. “Mami harus gimana lagi nak, les matematika udah, guru privat juga udah, buku-buku matematika udah berjibun Mami beliin di rumah. Kurang apalagi coba ?. Ooh, apa Mami harus bawa kamu ke Psikiater biar kamu bisa pelajaran matematika ?” semua omelan mengucur deras dari mulut Mami. Dan aku udah gak bisa nahan untuk gak jawab, apalagi untuk kata-kata terakhir Mami tadi. “Aduhh!, Mami lebay banget siy sampe segitunya. Lagipula Ran ada peningkatan kok Mam, buktiny...

Puisi : Ku Sebut Kau ARJUNA

Saat itu... Aku bukanlah seorang wanita yang mengerti apa itu Cinta Namun kau datang, dan kau bilang “Aku bawa Cinta buat Kamu” Masih asing memang untukku mempercayainya Tapi semua orang punya hati untuk bisa dijadikan Cinta, begitu pula Aku Sampai akhirnya kita dapat bersatu Sesekali deru cobaan datang, tapi kita selalu bisa melawannya Makna dari semua itu, Aku selalu membutuhkanmu Sayangnya tak cukup lama untuk Kita menjalaninya Kini... Kau datang kembali Setelah melalui berbagai macam perjalanan Cinta Tak mudah untukku menghapus masa lalu Hingga akhirnya meyakinkan diriku lagi untuk menyematkan panah Cinta yang kau lepas Tapi waktu memang jauh lebih pintar menentukan segalanya Sampai akhirnya setengah dari hatiku tersemat pahatan namamu Aku jujur dengan semua ini.. Ketahuilah, aku mebuat semua ini hanya untukmu. Arjuna-ku

PUISI : Sahabat

Sahabat Sahabat. . . Jalan nestapa ini telah kita lewati bersama Mengalunkan nada demi nada indah dari ucap lembut Meraih pelangi kebahagiaan di atas sana                           Sahabat. . .  Jari-jari lentikmu senantiasa menggenggamku  Goresan pena menyatukan kita  Tawa riang candamu senantiasa mengiringi Sahabat. . . Suka dan duka tlah kita lewati bersama Walau kadang lelah, tangan kuatmu senantiasa menuntunku Berlari bersama mengejar matahari cita-cita abadi  _a.d.a_

PUISI : Darimu.. Cintaku..

Darimu. . .    Cinta ku . . . Goresan tangan indah darimu masih ku ukir Senyum manis dan ceria tawamu masih kuingat Tetesan nasehatmu masih ku jalani Lantunan merdu suaramu masih terngiang                           Saat itu. . . Tanganmu mendekap erat tanganku Ku balas dengan tatapan penuh harapan Apakah kau mengerti? Titik -titik penyesalan ku waktu itu Kau hapus semua dengan senyum manismu A ku hanya bi sa terdiam Merenungi setiap kesalahan ku Ku kira kau takkan pernah menerima ku lagi Tapi ternyata ku salah Kau justru menerima ku Dengan sepenuh hatimu _a.d.a_